Kelompok Pemberontak Tolak Dewan Militer Baru yang di Pimpin Oleh Putra Presiden Chad
Jakarta - Presiden Chad, Idriss Deby, tewas saat memimpin pasukan militer melawan pemberontak di wilayah utara. Kematiannya dikonfirmasi oleh juru bicara militer Chad, Selasa (20/4) waktu setempat.
Dengan tewasnya Deby, maka Putranya, jenderal bintang empat Mahamat Idriss Deby Itno, akan mengambilalih kepemimpinan dan menggantikan posisi ayahnya sebagai kepala dewan militer sementara."Sebuah dewan militer telah dibentuk, dipimpin oleh putranya, Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno," kata juru bicara militer Chad, Jenderal Azem Bermandoa Agouna, dalam siaran radio pemerintah dilansir AFP, Selasa (20/4).
Menanggapi pembentukan dewan militer transisi tersebut, sebuah kelompok pemberontak yang bergerak dari Libya menyerukan penolakan keras.
Dikutip dari Reuters, kelompok tersebut bersumpah akan terus melakukan aksi demo penolakan di Ibu Kota Chad, N'Djamena.
"Chad bukanlah sebuah monarki. Tidak boleh ada pewarisan dinasti kekuasaan di negara kita," kata kelompok pemberontak Front for Adjustment and Concord in Chad (TRUTH).
Barisan untuk Perubahan dan Perdamaian Chad-- dalam keterangannya.
Deby tewas sehari setelah hasil Pilpres sementara menyatakan dirinya unggul dari pesaingnya. Ia memperoleh 79 persen suara. Kemenangan tersebut melanggengkan kekuasaan Deby yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun.
Komentar
Posting Komentar