Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Partai PPP Menilai Ganjar-Sandiaga Berpotensial Untuk Meraup Suara

Jakarta -  Pasangan Ganjar-Sandi dinilai lebih aman diusung PDIP-Gerindra bila berkoalisi di pilpres 2024. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai sosok Ganjar dan Sandi merupakan tokoh potensial untuk meraup suara publik. "PPP sendiri melihat Ganjar dan Sandi adalah sosok yang potensial untuk meraup suara," katan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani lewat keterangannya, Selasa (30/11). Namun, permasalahan keduanya adalah kader partai politik. Selama keduanya masih kader parpol maka keputusan pilpres nanti berpulang kepada sikap partai politik itu sendiri. "Apakah akan meng-endorse atau tidak, membuka ruang atau tidak. Kalau pertanyaannya diajukan sekarang kan jawabannya jelas belum terbuka ruangnya," ujar Arsul. Arsul memandang, suara dan usulan dari berbagai elemen masyarakat terkait sosok-sosok yang bakal diusung dalam Pilpres mendatang menunjukkan bahwa ruang demokrasi hidup. Dia melihat ruang demokrasi menjadi terbuka dan dinamis. "Namun soal paslon yang leb...

Karena Gelar Pemungutan Suara Ulang Tak Sesuai Keputusan MK, Anggota KPU Dilaporkan dan Bawaslu Yalimo Dilaporkan ke DKPP

Papua -  Masyarakat Kabupaten Yalimo, Papua mengadukan jajaran anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Yalimo ke meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Tokoh yang mewakili warga antara existed Yorim Endama, Soni Silak, dan Sergius Womol. Yorim mengatakan, para penyelenggara dan pengawas Pemilu itu diduga telah melakukan pelanggaran etik karena menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di waktu berbeda dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). "Yaitu karena menerbitkan SK Nomor: 127/PL.02/ 9122/2021 tertanggal 24 Oktober 2021 tersebut telah ditetapkan hari pemungutan suara tepatnya tanggal 26 Januari 2022, yang justru bertentangan dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang dalam tenggang waktu 120 hari kerja yang jatuh tempo pada tanggal 17 Desember 2021, bukan tanggal 26 Januari 2022," tutur Yorim dalam keterangannya, Selasa (23/11/2021). Yorim menilai KPU Yalimo telah gagal melakukan...

Ketua Panitia Kerja Khawatir RUU TPKS Akan Gugur tak Lolos di Baleg

Jakarta -  Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dikhawatirkan akan gugur apabila Badan Legislasi (Baleg) tidak menyetujui draf sebagai usulan DPR. Rencananya RUU TPKS akan segera diambil keputusan melalui rapat pleno dalam waktu dekat. Ketua Panitia Kerja ( Panja ) RUU TPKS, Willy Aditya, menuturkan nasib RUU ini bergantung kelancaran pembahasan menuju rapat pleno. Apabila tidak ada titik temu, RUU TPKS tidak bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. "Pleno harus diambil keputusan di Baleg, semoga saja bisa lolos. Ini memang spekulasi juga, kalau tidak lolos di Baleg, gugur lah UU ini," kata Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11). Wakil Ketua Baleg DPR RI ini mengatakan, publik harus mengetahui jika RUU TPKS tak dilanjutkan bukan karena DPR tidak serius membahasnya. Dalam menyusun undang-undang ada pertarungan antar partai politik. Ada pihak-pihak yang menolak. "Biar publik juga tahu bahwa DPR ini bukan satu kesatuan, tapi D...

Seorang Fraksi dari PKB Mengatakan Relawan Sangatlah Penting Sebagai Negosiasi Politik

Jakarta -  Anggota DPR dari fraksi PKB Yanuar Prihatin menilai relawan bisa menjadi daya tawar seorang kepada partai agar diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Relawan memiliki peran dalam politik negosiasi dengan partai sebagai pengusung capres-cawapres. "Jadi saya kira posisi relawan menjadi sangat penting ketika kaitannya juga dengan dialektika formal politik negosiasi politik dengan parpol pengusung," ujar Yanuar dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11). Yanuar menjelaskan, setiap partai memiliki aturan sendiri dalam menetapkan calon presiden atau calon wakil presiden yang akan diusung. "Parpol ini punya mekanisme sendiri, tata cara sendiri aturan sendiri rulesnya sendiri untuk menetapkan capres maupun cawapres, kira-kira begitu menurut aturan partainya masing-masing," kata anggota Komisi II DPR RI ini. "Dalam situasi ini ada calon yang mungkin peluangnya terbuka diusung oleh parpol tertentu tetapi tentu ada s...

Diprediksikan Lawan PDIP- Gerindra Pada Pemilu 2024 Nanti, Partai Golkar Bisa Merangkul Siapa Pun

Jakarta -  Poros PDIP-Gerindra melawan Golkar-NasDem diprediksi bakal terjadi pada Pemilu 2024. Politisi Golkar Sarmuji mengatakan, bahwa konfigurasi politik masih bisa berubah. Sebab, pemilu 2024 masih tiga tahun lagi. "Pemilu masih jauh, konfigurasi politik masih bisa berubah," katanya lewat pesan tertulis, Kamis (4/11). Menurutnya, Partai Golkar bisa berkomunikasi baik dengan siapa saja untuk Pilpres 2024 . Golkar juga terbuka jika ada partai mau bekerja sama. "Golkar bisa berkomunikasi baik dengan siapa saja. Yang pasti suasana Golkar yang sejuk bisa merangkul siapapun untuk bergabung," kata Ketua DPD Golkar Jawa Timur itu. Sarmuji mengungkapkan, syarat berkoalisi dengan Golkar harus satu visi tentang Indonesia yang majemuk. Serta menjadikan Pancasila ideologi negara sekaligus perekat nasional. "Di luar itu, harus memiliki berjuang untuk menaikkan elektabilitas capres dan memenangkan pilpres," katanya. Prediksi Poros PDIP-Gerindra vs Golkar-NasDem Sebe...