Mobil Listrik Wuling Jauh Mengungguli Penjuala Tesla Model 3

Jakarta Pemerintah Republik Indonesia terus menggenjot penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Berbagai regulasi serta insentif pun terus dikucurkan guna menarik minat masyarakat dalam memiliki mobil dan electric motor listrik.

Tidak hanya itu, melalu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN, Pertamina, serta berbagai stakeholder lainnya, pemerintah juga terus meningkatkan infrastruktur kendaraan listrik, utamanya stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU.

Mengutip dari laman resmi Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, hingga April 2021, sudah ada 122 SPKLU di Indonesia yang tersebar di 83 lokasi. Angka ini meningkat 114 persen bila dibandingkan Mei 2020 lalu yang baru ada 57 titik.

Terus bertambahnya jumlah SPKLU di Indonesia juga merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah yang bakal menghadirkan 3.860 SPKLU hingga 2025.

"Sesuai roadmap yang telah disusun, diharapkan pada tahun 2025 nanti dapat dibangun 3.860 SPKLU dengan jumlah KBLBB sebanyak 39.627 system, serta SPBKLU diharapkan dapat terbangun sebanyak 17.000 device hingga 2025," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif, beberapa waktu lalu.

Adapun lokasi SPKLU itu tersebar di beberapa lokasi strategis, mulai dari pusat perbelanjaan, location parkir, kantor PLN, SPBU, SPBG, rest area, perhotelan, perkantoran, dan bengkel resmi.

Penjualan mobil listrik mungil Wuling Hongguang MINI EV berhasil menuai respons yang positif di pasar China. Mobil yang baru meluncur pada 2020 lalu itu berhasil mencatatkan penjualan 26.592 device selama April 2021.

Mengutip dari Insideevs, capaian penjualan itu jauh lebih besar dibandingkan mobil listrik lainnya yang pernah populer di pasar China. Berdasarkan data penjualan yang dihimpun Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), penjualan Wuling Hongguang MINI EV itu jauh mengungguli Tesla Version 3 dan BYD Han BEV.

Untuk Tesla version 3, pada April lalu hanya mencatatkan penjualan 6.264 system. Ini jauh lebih kecil dibandingkan capaian penjualan di bulan-bulan sebelumnya.

Sementara untuk BYD Han BEV, berhasil terjual sebanyak 5.764 device sepanjang April 2021. Berbeda dengan Tesla Design 3, capaian BYD Han BEV ini lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Dengan capaian 26.592 unit di bulan April, kini complete penjualan Wuling Hongguang Mini EV dari Januari hingga April sudah membukukan lebih dari 100 ribu system. Sedangkan bila dikalkulasikan sejak peluncurannya 2020 lalu, penjualannya sudah menyentuh lebih dari 230 ribu system.

Harga Murah Jadi Daya Tarik


Tingginya angka penjualan Wuling Hongguang Mini EV tentu saja disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari harga yang terjangkau, desain yang kompak dan cocok untuk penggunaan di perkotaan, hingga daya tempuh baterainya yang cukup jauh.

Dalam hal harga, Wuling Hongguang Mini EV ditawarkan di pasar China dengan rentang harga mulai Rp 61,5 juta hingga Rp 82,8 juta. Tentu, itu harga yang cukup murah bila dibandingkan dengan mobil listrik lainnya yang bisa memiliki harga di atas Rp 500 jutaan.

Sebagai mobil listrik perkotaan, Wuling Hongguang Mini EV memiliki dimensi yang sangat mungil. Berdasarkan information spesifikasi, mobil ini memiliki panjang 2,9 meter, lebar 1,4 meter, tinggi 1,6 meter, dan jarak sumbu roda 1,9 meter.

Dengan dimensi yang mungil itu, justru berhasil membuat mobil ini menjadi idola baru di pasar China.

Mengutip NHK World Japan, mayoritas pengguna mobil listrik Wuling Hongguang Mini EV di China adalah para wanita berusia 20 tahunan, ibu rumah tangga, serta para pengguna sepeda motor yang ingin beralih ke kendaraan roda empat.

Spesifikasi Wuling Hongguang Mini EV


Selain faktor harga dan dimensi yang mungil, spesifikasi yang mumpuni juga jadi kunci sukses lainnya penjualan Wuling Hongguang Mini EV di pasar China.

Pada jantung pacunya, mobil listrik mungil ini dibekali dengan electric motor listrik bertenaga 27 dk dan torsi 85 Nm. Motor listrik itu selanjutnya dipadukan dengan 2 pilihan baterai.

Pertama ada baterai berkapasitas 9,3 kWh. Baterai ini memiliki jarak tempuh 120 kilometer dalam sekali tempuh. Lalu untuk pilihan kedua, ada baterai berkapasitas 13,9 kWh yang memiliki jarak tempuh lebih jauh, yakni 170 kilometer.

Berbagai fitur keselamatan juga terbenam di mobil listrik mungil ini, seperti sistem pengereman ABDOMINAL MUSCLE, EBD, Airbags, ISOFIX, Sensor parkir, dan tire pressure surveillance system.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Gelar Pemungutan Suara Ulang Tak Sesuai Keputusan MK, Anggota KPU Dilaporkan dan Bawaslu Yalimo Dilaporkan ke DKPP

Kesepakatan Pemerintah dan KPU untuk Menentukan Tanggal Pemilu 2024 Jatuh Pada Tanggal 14 Februari

Berikut Penjelasan Poin-Poin Penting Revisi UU Kejaksaan RI